Orang tua dan guru di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dihimbau agar tidak menuntut anaknya untuk dapat menguasai kemampuan membaca menulis dan berhitung (calistung) dengan alasan agar diterima di SD favorit.

Sebaiknya, guru PAUD dan orangtua harus memfasilitasi anak-anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa harus merasa tergesa-gesa agar dapat dianggap hebat.

“Mendidik anak ibarat menanam pohon, jika kebanyakan air dan pupuk justru tidak baik," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dalam Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 di Bandung (7/12/2018)

Dilansir dari forum Sahabat Keluarga Kemendikbud, Muhadjir juga mengingatkan bahwa dunia anak adalah dunia bermain, dan anak belajar melalui bermain. Apalagi saat ini, tambah Muhadjir, penerimaan peserta didik baru, baik di Sekolah Dasar, SMP dan SMA ditetapkan berdasarkan zonasi.

Bahkan sudah sejak lama aturan dalam melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru di Sekolah Dasar sangat tidak dianjurkan dengan melakukan tes, baik tes kemampuan calistung maupun bentuk tes lainnya.

Baca juga: Kapan Waktu Yang Tepat Bagi Anak Untuk Mulai Belajar Calistung?

“Kriteria seleksinya hanya pada usia anak dan jarak tempat tinggal dengan sekolah saja. Kompetensi calistung secara formal akan diajarkan saat anak sudah duduk di bangku SD,“ tegas Muhadjir.

Dialog nasional tersebut mengangkat tema “Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan”.

Hadir dalam dialog tersebut antara lain pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman, baik ide tentang PAUD juga pendidikan keluarga.

Selain itu, diselenggarakan juga acara Workshop penyelenggaraan PAUD dan Pendidikan Keluarga di masa depan.

Sejumlah topik yang diangkat antara lain pencegahan gagal tumbuh (stunting) melalui PAUD Holistik Integratif; keterlibatan orang tua dalam pengawasan perkembangan anak usia dini.

Menurut Dirjen PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar, dialog tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan serta mendiskusikan peluang dan tantangan dalam menghadirkan layanan PAUD dan pendidikan keluarga berkualitas.

Pada kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari itu juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait Pembangunan dan Pemberdayaan Desa, Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi dalam Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Sumber : Kompas